selamat datang di blog erwin sugito

Selasa, 07 Agustus 2012

Jaringan komputer subneting

  • Jaringan Komputer
  • CIDR (Classless Inter-domain Routing)• Penulisan alamat dalam notasi CIDR di tunjukan dengan• A.B.C.D/nNotasi CIDR untuk setiap kelas jaringan dapatdituliskan sbb:Kelas A dituliskan sbg: A.B.C.D/8Kelas B dituliskan sbg: A.B.C.D/16Kelas C dituliskan sbg: A.B.C.D/24
  • Prefix CIDRSubnet Mask Nilai CIDR Subnet Mask Nilai CIDR255.128.0.0 /9 255.255.240.0 /20255.192.0.0 /10 255.255.248.0 /21255.224.0.0 /11 255.255.252.0 /22255.240.0.0 /12 255.255.254.0 /23255.248.0.0 /13 255.255.255.0 /24255.252.0.0 /14 255.255.255.128 /25255.254.0.0 /15 255.255.255.192 /26255.255.0.0 /16 255.255.255.224 /27255.255.128.0 /17 255.255.255.24O /28255.255.192.0 /18 255.255.255.248 /29255.255.224.0 /19
  • • IP Publik ?• IP Private ?• KELAS A 10.0.0.0-10.255.255.255• KELAS B 172.16.0.0 -172.31.255.255• KELAS C 192.168.0.0 192.168.255.255• IP Loopback ? IP YG DIGUNAKAN OLEH SEBUAH OS UNTUK MENJALANKAN PROGRAM UNDER WEB. 127.0.0.1 = LOCALHOST• IP Broadcast ? Utk mengirim paket data ke seluruh host• NAT = NETWORK ADDRESS TRANSLATION
  • Default Subnet mask dan Subneting
  • Default Subnet mask dan Subneting
  • Perhitungan Subneting• Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
  • Subneting di Kelas CSebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?• Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).• Penghitungan: subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid.• Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet• Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host• Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • • Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192 Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193 Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254 Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
  • Subneting di Kelas BContoh network address 172.16.0.0/18.• Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).• Penghitungan:• Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet• Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host• Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.• Alamat host dan broadcast yang valid?
  • Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
  • • Contoh network address 172.16.0.0/25• Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).• Penghitungan:• Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet• Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host• Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)• Alamat host dan broadcast yang valid?
  • Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
  • Subneting Kelas A• Network address 10.0.0.0/16• Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).• Penghitungan:• Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet• Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host• Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.• Alamat host dan broadcast yang valid?
  • Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Sabtu, 04 Agustus 2012

Jenis Jenis Jaringan Komputer

Categories:
Manfaat Jaringan komputer  : Jenis  Jenis Jaringan Komputer

Secara umum jaringan komputer dapat dibedekan lima jenis yang terdiri dari :

1. LAN  ( Local Area Network )

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. 
LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik)  dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Metropolitan  Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.  MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan  menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel  unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.2. Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.
Wide Area Network  (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.  WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi. 

Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan  dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.

Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.

Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti  ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya. 

Komputer mobile seperti komputer notebook dan personal digital assistant  (PDA), merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini. 
Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara.
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.


Macam - Macam Topology Jaringan


MENGENAL MACAM TOPOLOGI JARINGAN


Macam Topologi Jaringan !
Memilih jenis kabel yang digunakan untuk membangun jaringan tidak lepas dari jenis topologi yang kita gunakan. Namun, pada intinya, jaringan komputer adalah jaringan kabel, dimana bentuk dan fungsi dari jaringan tersebut menentukan pemilihan jenis kabel. Menurut “Matthew Danda” topologi dibagi menjadi 6 yaitu :


1.  Topologi Bus atau Linier 
Bentuk ini menghubungkan beberapa node dalam jalur data (bus). Masing-masing node dapat melakukan
tugas-tugas operasi yang berbeda-beda. Seperti halnya pada loop network, tidak ada central
node dan semua node mempunyai status yang sama.
Topologi linier bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Conecter  (dengan terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering disebut dengan daisy-chain karena pada topologi ini komputer dihubungkan secara berantai satu dengan lain dengan perantara suatu kabel yang umumnya berupa kabel jenis koaksial.
Topologi Bus Linier
 
Keuntungan:
Bila satu node rusak tidak akan mengganggu node yang lainnya karena tiap-tiap node tidak berhubungan langsung tapi lewat bus.
Kerugian:
Bila bus rusak, semua node tidak dapat berfungsi dan control menejemen lebih sulit karena disentralisasi.

2.  TOPOLOGI RING

Bentuk ini merupakan gabungan bentuk loop network dan bus network. Jika salah satu node tidak berfungsi atau rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang lain karena terpisah dari jalur data. Hal ini berbeda dengan loop network, bila salah satu node rusak, maka akan  mempengaruhi node yang lainnya.  
Topologi ini memanfaatkan kurva tertutup artinya, informasi dan data traffic disalurkan sedemikian rupa sehingga masing-masing node tersambung. Umunnya fasilitas ini memanfaatkan fiber optic sebagai sarananya (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair).
Topologi Ring
Keuntungan:
Bila satu node rusak tidak akan mengganggu node yang lainnya karena tiap-tiap node tidak berfungsi tapi lewat bus.
Kerugian:
Bila link rusak, semua node tidak berfungsi dan kontrol menejemen lebih sulit karena desentralisasi.

3.  TOPOLOGI STAR

Beberapa node dihubungkan dengan suatu node pusat (central node atau host node) yang membentuk jaringan seperti bentuk bintang (star). Semua komunikasi ditangani dan diatur langsung oleh central nodeCentral node melakukan semua tanggung jawab untuk mengatur informasi diantara node yang lainnya. Jika node yang satu ingin berkomunikasi dengan node yang lainnya, maka harus melewati central node 
Topologi jaringan ini banyak digunakan di berbagai tempat karena kemudahan untuk menambah, mengurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan  yang ada. Selain itu, permasalahan panjang kabel yang harus sesuai (matching) juga tidak menjadi suatu hal yang penting lagi. Pokoknya asal ada hub (yang masih baik tentunya), maka bisa terhubunglah beberapa komputer dan sumber daya jaringan secara mudah, dengan berbekal crimtool, kabel UTP (biasanya CAT5) dan connector, seseorang dengan mudah membuat sebuah sistem jaringan.
 Topologi Star
Keuntungan:
Kontrol manejemen lebih mudah karena terpusat
Kerugian:
Kalau central node rusak, maka semua tidak dapat berfungsi

4.  TOPOLOGI TREE

Dari namanya network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang, yang terdiri dari central node dihubungkan node yang lain secara berjenjang. 
 Topologi Tree
Keuntungan:
Kontrol menejemen lebih mudah karena terpusat dibagi dalam jenjang-jenjang
Kerugian:
Bila salah satu node rusak, maka node jenjang bawahnya tidak dapat berfungsi

5.  TOPOLOGI MESH

Topologi  mesh merupakan bentuk network yang masing-masing node dalam network dapat berhubungan dengan node yang lainnya melalui beberapa link. Jaringan mesh digunakan bila diinginkan semua node dapat berhubungan satu dengan yang lainnya.
Topologi Mesh
Keuntungan :
Dapat menuju ke host yang kita inginkan secara cepat.
Kerugian      :
Rentangan terhadap penyadapan atau sering terjadi tabrakan dalam jaringan 

6.  TOPOLOGI EXTENDED STAR

Topologi extended star merupakan jaringan yang membutuhkan tempat yang luas dan biasanya digunakan pada lab yang saling berhubungan. Pusat dari tengah topologi menggunakan hub atau switch. 
Topologi Extended Star
Keuntungan :
Menjadi lebih familier penggunaannya karena akses yang di dapat lebih cepat karena terhubung dari lebih satu hub.
Kerugian :
Memakan area dalam penempatannya membutuhkan tempat yang luas.
MENGENAL WIFI 


Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) ataupersonal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
SpesifikasiKecepatanFrekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b11 Mb/s~2.4 GHzb
802.11a54 Mb/s~2.4 GHza
802.11g54 Mb/s~2.4 GHzb, g
802.11n100 Mb/s~5 GHzb, g, n
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringanWireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu

Ad-Hoc

Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point

Infrastruktur

Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

POPULARITAS WI-FI

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Perangkat Jaringan Computer


Modem

     Modem atau Modulator-Demulator merupakan Perangkat atau Device Jaringan yang mampu  membuat computer terkoneksi dengan internet. Modem banyak di Gunakan pada Computer - computer rumah dan dengan jaringan sederhana untuk dapat berkomunikasi dengan jutaan komputer lain dalam dunia internet. Modem berkerja sebagai pengonversi dari informasi digital dari komputer menjadi sinyal analog yang ditransmisikan melalui line telepon, lalu modem pada computer penerima selanjutnya mengonversi ulang sinyal analog ke sinyal digital.
Ditinjau dari sisi Hardware, Modem dibedakan menjadi dua jenis yakni modem eksternal dan internal. Sesuai namanya, modem eksrenal di instalasikan terpisah dengan CPU sedangkan Modem internal terpasang pada motherboad ( didalam CPU )
Modem sangat cocok di gunakan pada computer computer individual berskala kecil, dan untuk skala besar, teknologi wireless merupakan solusi yang lebih reliable.
Semakin berkembangnya jaman, teknologi Modem jenis baru yaitu modem stick semakin berkembang, modem tanpa kabel itu lebih simple. tinggal Plug and Play
karena kemudahannya tanpa kabel. modem ini hanya membutuhkan sinyal dari pihak vendor untuk dapat terhubung dengan internet. sehingga modem yang satu ini semakin laris dipasaran. selain itu, modem jenis ini Biayanya cukup ekonomis dan dapat digunakan kapan saja dimana saja.
Repeater 
Seperti umumnya suatu sinyal listrik yang dikirim lewat suatu media perantara, semakin jauh dari pemancar akan semakin melemah sehingga pada suatu tempat tertentu sinyal tersebut tidak dapat lagi diterima dengan baik. Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang dikirim agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak jauh. Repeater bekerja pada lapisan physical. 


Hub
Seperti juga repeater, hub berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir informasi yang dikirim. Perbedaannya dengan repeater, hub memilki sejumlah port sehingga hub disebut juga multi-port repeater. Pada hub, sinyal yang diterima pada suatu port akan diteruskan ke semua port yang dimiliki.



Bridge
    Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalulintas data pada jaringan menjadi bertambah padat sehingga dapat menimbulkan masalah kemacetan jaringan. Seperti juga jalanan untuk kendaraan umum, jika jumlah kendaraan di jalanan semakin banyak, lalulintas menjadi semakin macet. Untuk mengatasi masalah ini, dibuat jalan-jalan baru atau jalan tol.
            Demikian pula untuk mengurangi kemacetan jaringan komputer maka jaringan tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil. Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge.
            Bridge bekerja pada lapisan data link sehingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki table penterjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada di jaringan. Dengan menggunakan table penterjemah ini, bridge meneruskan data yang diterima ke alamat MAC komputer yang dituju.


Switch 
    Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan data-link, oleh sebab itu sering disebut switch lapisan kedua (Layer-2 switch). Cara kerja switch  mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering disebut multi-port bridge. Seperti bridge, switch bekerja atas dasar informasi MAC address.


Router 
Router adalah sebuah piranti jaringan yang menentukan titik jaringan berikutnya untuk keperluan melanjutkan sebuah paket data ke arah tujuannya. Proses mengarahkan ini disebut dengan routing.
Pada perkembangan sekarang ini, router juga diimplementasikan sebagai gateway Internet, terutama untuk keperluan jaringan berskala kecil. Peralatan untuk hal tersebut sering disebut sebagai Intelegentrouter.
Router bekerja pada lapisan network atau lapisan ketiga model OSI dan meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address.

NIC ( Network Interface Card )



NIC (Network Interface Card) atau Kartu Jaringan (LAN Card) merupakan peralatan yang berhubungan langsung dengan komputer dan didesain agar komputer-komputer jaringan dapat saling berkomunikasi. NIC juga menyediakan akses ke media fisik jaringan. Bagaimana bit-bitdata ( seperti tegangan listrik, arus, gelombang elektromagnetik, dan besaran fisik lainnya ) dibentuk akan ditentukan oleh NIC.
NIC merupakan contoh perangkat yang bekerja pada layer pertama yaitu layer physical. Akan tetapi, ada yang berpendapat lain tentang hal ini. NIC seperti Ethernet card, ARCnet card, dan yang lainnya memiliki MAC address atau alamat hardware yang unik. MACaddress ini digunakan sebagai control data communication untuk setiap host di suatu jaringan. Ditinjau dari cara pengaturan akses host terhadap pemakaian media jaringan menggunakan MAC address, maka NIC dapat dikategorikan sebagai peralatan yang bekerja pada layer 2 yaitu  layer data link.

Pengertian Jaringan Computer



Apa Itu Jaringan Komputer ?
Dalam bahasa yang populer dapat dijelaskan bahwa jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer (dan perangkat lain seperti printer, hub, dan sebagainya) yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa media kabel maupun media tanpa kabel (nirkabel).

Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli kemudian membagi jaringan komputer berdasarkan beberapa klasifikasi, diantaranya:
v     Berdasarkan area atau skala
v     Berdasarkan media penghantar
v     Berdasarkan fungsi
1 .   Berdasarkan Area
Berdasarkan skala atau area, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
  • LAN (Lokal Area Network)
  • MAN (Metropolitan Area Network)
  • WAN (Wide Area Network)
  • Internet (Interconnection Network) 
1.1  LAN (Lokal Area Network)
       Local Area Network adalah jaringan local yang dibuat pada area tertutup. Misalkan dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. Kadangkala jaringan local disebut juga jaringan privat. LAN biasa digunakan untuk jaringan kecil yang menggunakan resource bersama-sama, seperti penggunaan printer bersama, penggunaan media penyimpanan secara bersama. 

LAN (Local Area network)
1.2  MAN (Metropolitan Area Network)
       Metropolitan Area Network menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama, satu kota, bahkan satu propinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan pengembangan dari LAN.
 MAN (Metropolitan Area Network)
1.3  WAN (Wide Area Network)
      Wide Area Network cakupannya lebih luas daripada MAN. Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu negara, satu pulau, bahkan satu benua. Metode yang digunakan WAN hampir sama dengan LAN dan MAN.
 WAN (Wide Area Network)
  
1.4  Internet (Interconnection Network)
      Internet adalah interkoneksi jaringan-jaringan komputer yang ada di dunia. Sehingga cakupannya sudah mencapai satu planet. Koneksi antarjaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan protokol, yaitu Internet Protokol (IP).
           
Tabel 3.1 Jaringan Komputer Berdasarkan Area
Jarak/ cakupan (meter)
Contoh
Jenis
10 s/ d 100
Ruangan
LAN
100 s/ d 1000
Gedung
LAN
1000 s/ d 10.000
Kampus
LAN
10.000 s/ d 100.000
Kota
MAN
100.000 s/ d 1.000.000
Negara
WAN
1.000.000 s/ d 10.000.000
Benua
WAN
> 10.000.000
Planet
Internet
2.  Berdasarkan Media Penghantar
     Berdasarkan media penghantar, jaringan computer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Wire Network
  • Wireless Network
2.1  Wire Network               
       Wire Network adalah jaringan komputer yang menggunakan kabel sebagai media penghantar. Jadi, data mengalir pada kabel. Kabel yang umum digunakan pada jaringan komputer biasanya menggunakan bahan tembaga. Ada juga jenis kabel lain yang menggunakan bahan sejenis fiber optis atau serat optik. Biasanya bahan tembaga banyak digunakan pada LAN. Sedangkan untuk MAN atau WAN menggunakan kabel tembaga dan serat optic.
2.2  Wireless Network
       Wireless Network adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan media penghantar gelombang radio. Saat ini sudah semakin banyak outlet atau lokasi tertentu yang menyediakan layanan wireless network. Sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan akses internet tanpa kabel. Frekuensi yang digunakan gelombang radio untuk jaringan komputer biasanya menggunakan frekuensi tinggi, yaitu 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Dalam penulisan ini dibahas mengenai Wifi sebagai bagian wireless network yang memanfaatkan frekuensi gelombang radio.

3.  Berdasarkan Fungsi  
     Berdasarkan fungsinya, jaringan computer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Peer to peer
  • Client server
3.1  Peer to peer
       Peer to Peer adalah jaringan komputer di mana setiap komputer bisa menjadi serversekaligus client. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan access dari/ ke komputer lain. Sistem operasi jaringan model ini tidak mempunyai sebuah file server atau sumberdaya terpusat, seluruh komputer mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang tersedia di jaringan.
3.2    Client server
       Client Server adalah jaringan komputer yang salah satu (boleh lebih) komputer difungsikan sebagai server induk atau induk bagi komputer lain. Server melayani komputer lain yang disebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa akses Web, email, file, atau yang lain. Client dapat mengambil sumber daya yang ada pada server.